Get Adobe Flash player

Beranda

Pemacu Kompos dan Pupuk Cair Dari Batang Pisang Kluthuk

Batang pisang adalah tanaman yang selalu menangkap air baik dari air hujan maupun embun serta menyimpannya dalam batang tubuhnya ("debok"). Kalau batang pisang ditebang maka akan mengeluarkan air dari batangnya sehingga memenuhi kebutuhan air beberapa tanaman di sekitarnya. Pada sisi lain, seringkali kita jumpai adanya cacing dalam batang pisang. Cacing tersebut dimanfaatkan oleh nenek-moyang kita untuk mengobati aneka infeksi pada tubuh manusia serta menyembuhkan panas dalam sehingga bisa disimpulkan bahwa batang pisang bisa berfungsi sebagai pendingin. Para praktisi pengobatan alternatif ataupun tenaga prana konon memanfaatkan lembaran daun tanaman pisang kluthuk wulung untuk alas tidurnya dan penutup tubuhnya (selimut) di malam hari dibawah udara terbuka untuk “cuci darah” atau membersihkan kotoran darah sehingga bisa disimpulkan bahwa tanaman pisang kluthuk mampu menetralisir racun/kotoran dalam tubuh. (lebih…)

Budidaya organik antara teori dengan praktek lapangan

Dalam pelatihan budidaya organik di roemah organik yang diprakarsai MOSA - Mitra organik Indonesia, peserta diajak untuk praktek lapangan. Disini peserta akan diajak berkunjung ke kebun organik plasma MOSA. Kunjungan ini untuk membandingkan antara teori dan kenyataan lapangan. Juga agar peserta bisa mendapatkan gambaran nyata budidaya organik. (lebih…)

Manfaat Beras Organik

tanaman padi dari beras hitam organik

tanaman padi dari beras hitam organik

Secara Umum :

  1. Tidak mengandung residu pestisida, sehingga aman dikonsumsi. Residu Pestisida yang menyatu dalam beras bisa menimbulkan kerapuhan organ tubuh sehingga mengakibatkan penyakit degenaratif seperti : diabetes, asam urat, hipertensi, stroke, bahkan kanker/tumor.
  2. Nilai gizinya seimbang karena dibudidayakan dengan produk organik dan pengendali hama penyakit berupa agen hayati dan agen nabati.
  3. Rasanya lebih lezat, lebih pulen dan tidak mudah basi seingga disukai anak-anak, remaja dan orang tua.

 

 

(lebih…)

Budidaya dengan Tumpangsari memperbaiki ekosistem

pertanian organik terpadu

pertanian organik terpadu

Model pertanian monokultur atau satu jenis telah menjadikan hasil yang kurang variatif serta tak mampu menyiasati pasar. Bahkan kini telah menghasilkan ketergantungan yang tinggi atas berbagai produk pertanian dari luar yng sebenarnya dapat dikembangkan secara tumpangsari dengan tanaman utama. Sebenarnya tidak perlu lagi kita tergantung terigu impor bilamana kita kembangkan aneka umbi-umbian secara tumpangsari di pekarangan atau kebun kita. Kita juga tak perlu lagi impor kedelai bilamana hutan dan kebun kita ditumpangsari antara tanaman kayu-kayuan dengan aneka jenis koro-koroan. Ketika harga padi rendah, kita masih dapat mengandalkan aneka panenan palawija dan sayuran pada lahan surjan. (lebih…)

Peningkatan Mutu Jerami Padi

fermentasi pakan jerami padi 2

fermentasi pakan jerami padi

Agar jerami lebih bergizi, maka lignin dan silicanya harus di urai supaya gizinya dapat dicerna. Berbagai cara mengolah jerami agar menjadi lebig bergizi adalah sebagai berikut :

1. Amoniasi Jerami

Prinsipnya jerami dilunakkan kemudian ditambahkan amoniak atau nitrogen kedalamnya, agar protein dan serat kasarnya dapat dicerna dan jumlah bakteri pencernaan dalam perut sapi bertambah jumlahnya sehingga lebih baik mencernanya. Manfaat amoniasi jerami adalah sebagai berikut :

    1. Menaikan 200-300 % kandungan protein kasarnya
    2. Meningkatkan daya cerna jerami sebesar 60-62%
    3. Menaikan konsumsi pakan sebesar 31-43 %

(lebih…)

PGPR Plant Growth Promoting Rhizobacteria

akar bambu

Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) atau rizobakteri pemacu pertumbuhan tanaman adalah kelompok bakteri menguntungkan yang dimanfaatkan untuk membantu petani dalam pemeliharaan tanaman karena bakteri ini telah teruji mampu meningkatkan jumlah perakaran halus, menambah luas permukaan akar dan meningkatkan kemampuan menyerap nutrisi dan air yang menjadikan tanaman lebih bugar sehingga lebih tahan terhadap gangguan OPT/ organisme penggangu tanaman atau mampu mengkompensasi kerusakan. Cara pembuatan PGPR relatif mudah dan murah dengan bahan-bahan yang ada di sekitar kita. (lebih…)

Ramuan untuk pengendalian lalat buah

Lalat buah merupakan hama yang agak sulit dikendalikan dengan penyemprotan karena akan banyak cairan semprotan yang tidak mengenai sasaran sehingga terjadi pemborosan. Selain itu, dengan penyemprotan insektisida akan meninggalkan residu racun pada buah-buahan sehingga membahayakan bagi konsumen. Cara lain dengan noninsektisida telah banyak digunakan, antara lain dengan pembungkusan buah, pengasapan, dan penjaringan pohon. Namun, hal inipun hanya akan efektif pada kebun yang tidak terlalu luas, mengingat kebutuhan tenaga kerja, biaya, dan waktu penanganan yang tinggi. Salah satu cara yang sudah banyak dilakukan adalah dengan cara memotong bagian moncongnya dan kemudian dipasang terbalik sehingga berperan sebagai corong.

Alat perangkap tersebut harus diisi zat pemikat/ atraktan yang biasanya berupa senyawa metil eugenol yang kemudian diteteskan pada kapas yang tergantung di dalam botol atau diteteskan langsung pada air di dasar botol. Beberapa jenis zat pemikat telah banyak dijual di pasaran yang terbuat secara sintetis atau dari bahan alami, tetapi harganya dirasa sangat mahal. Dua zat pemikat alami antara lain terbuat  dari tanaman melaleuca dan selasih telah terbukti tidak kalah efektifnya dengan jenis-jenis atraktan yang sudah diperjual belikan di pasaran. Kedua jenis daun ini dapat digunakan dengan dua cara. Cara pertama dengan pemakaian langsung, yaitu daun dicampur air dengan konsentrasi 10% dan ditambah 0,1% deterjen. Cara kedua daun tersebut disuling untuk menghasilkan minyak. Berikut adalah contoh membuat ramuan sederhana dari daun melaleuca.

 

Bahan :

  • Daun melaleuca (daun wangi)         10 gr
  • Air                                             100 cc
  • Deterjen atau sabun colek              0,1 gr

Cara membuat :

Daun melaleuca ditumbuk halus lalu dicampur dengan 100 cc air dan deterjen. Larutan diaduk sampai merata dan diendapkan semalam. Keesokan harinya larutan disaring.

Aplikasi :

Larutan hasil saringan sebanyak 60 cc dimasukkan ke dalam perangkap yang dibuat dari botol minuman air mineral. Perangkap digantungkan pada pohon buah-buahan.

Tahukah Anda?

lama bahan terurai

< |||| >
Agenda
Who's Online
  • 0 Members.
  • 1 Guest.

Kunjungan sejak 2012

Your IP: 54.82.112.193