Get Adobe Flash player

Cantel / Sorgum

sorgum-cantel-canthel-100_6228

tanaman sorgum / cantel

Cantel  atau gandrung/Sorgum  adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan (serealia, sirup), pakan ternak dan bahan baku industri (alkohol, biofuel). Sebagai bahan pangan, cantel ini berada pada urutan ke-5 setelah gandum, jagung, padi, dan jelai. Berasal dari Afrika utara, Sorghum bicolor kini banyak dibudidayakan di pelbagai bagian dunia dan merupakan bahan makanan pokok penting di Afrika, Asia Selatan dan Amerika Tengah.

Rumput besar ini telah semenjak zaman dahulu ditanam di banyak tempat di Nusantara, meskipun umumnya tidak secara besar-besaran.Rumphius telah melihatnya ditanam di mana-mana, termasuk di Jawa, Sulawesi Selatan, Banggai, Buru, dan Ambon. Ia menyebutnya dalam bahasa Latin dengan nama sorgum, sementara orang-orang lokal mengenalnya sebagai  jagomutri , cantel , jagung cĕtrik, gandrum, gandrung, goel cantèl, gandum, jagung cantèl, j. inda, j. pari, oncèr (Jawa.); jhaghung bulir, oncèr,  batara tojèng, bata (Bugis); sĕla (Flores); dela (Solor); péla’ dae’, péla hik (Rote); téraé hawu (Sawu); wataru hamu (Sumba); dll.

Sorgum merupakan salah satu tanaman pangan lahan kering yang potensial dikembangkan di Indonesia. Sorgum dapat digunakan sebagai pangan, pakan, dan bioenergi (bioetanol), mampu beradaptasi pada lahan marginal dan membutuhkan air relatif lebih sedikit karena lebih toleran terhadap kekeringan dibanding tanaman pangan lain (Deptan 1990).
Biji sorgum mempunyai kualitas nutrisi sebanding dengan jagung dan beras, bahkan kandungan proteinnya lebih tinggi, namun kandungan lemaknya lebih rendah. Oleh karena itu, sorgum dimanfaatkan sebagai penyangga pangan penduduk di lebih 30 negara. Selain sebagai bahan pangan, biji sorgum juga digunakan sebagai bahan baku industri pangan
seperti gula, monosodium glutamate, asam amino, minuman, dan hijauannya digunakan sebagai pakan ternak. Bahkan saat ini sorgum juga digunakan sebagai bahan baku energi, terutama sorgum manis. Di Amerika Serikat umumnya sorgum ditanam untuk pakan ternak (University of Arkansas 1998).

Tanaman sorgum telah lama dikenal di Indonesia dan dengan penyebutan berbeda untuk setiap daerah. Selama ini pengembangan sorgum kurang mendapat perhatian oleh pemerintah sehingga sudah jarang ditemui di lahan petani. Bahkan dalam data statistik di tingkat daerah maupun pusat, komoditas sorgum sudah tidak dijumpai karena keberadaan tanaman ini sudah mulai langka di lapangan. Pemanfaatan biji sorgum di masyarakat masih sebatas untuk pangan olahan tradisonal. Namun dengan adanya program diversifikasi pangan dari Kementerian Pertanian, pengembangan sorgum diharapkan mendapat perhatian yang lebih baik, karena komoditas ini mempunyai potensi yang cukup besar untuk dijadikan berbagai produk pangan olahan maupun pakan dan bahan baku industri (Deptan 2004).

Scan the QR Code

 

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: