Get Adobe Flash player

artikel

Pupuk Kascing yang Mudah dan Multi Manfaat

tabel kandungan unsur makro pada beberapa jenis pupuk kandang

Tabel kandungan unsur makro pada beberapa jenis pupuk kandang

Salah satu bahan pupuk kandang yang bagus adalah pupuk kascing. Kascing adalah pupuk organik padat alami yang difermentasi langsung oleh cacing tanah. Kascing adalah kotoran (faeces) cacing tanah, mengandung hampir semua unsur yang dibutuhkan oleh tanaman dan dapat langsung dipergunakan , tidak perlu menunggu lama-lama. Dengan demikian beternak cacing disamping mendapatkan hasil dari cacingnya sendiri juga dapat mendapatkan tambahan dari penjualan kascingnya.

Pupuk ini sangat bagus untuk kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Berdasarkan uji laboratorium, kascing ini memiliki kandungan zat hara yang lebih banyak, seperti nitrogen 1,79%, kalium 1,79%, fosfat 0,85%, kalsium 30,52%, dan karbon 27,13%. Kandungan ini sangat efektif untuk menggemburkan tanah dan membuat tanaman menjadi cukup subur, bila dibandingkan dengan kandungan pada pupuk kimia.

Kascing mempunyai kelebihan yangtidak dimiliki oleh pupuk anorganik (buatan) yaitu : dapat memperbaiki struktur tanah , baik struktur biologi, kimiawi serta fisikanya. Kascing dapat menambah kandungan humus atau bahan organik, ini disebabkan C/N nya rendah. Kascing dapat memperbaiki jasad renik tanah, dan dapat menambah usur hara makanan yang dibutuhkan tanaman. Kascing merupakan pupuk organik, namun kascing mempunyai kelebihan dari pupuk organik lainnya disebabkan kascing mempunyai hampir semua unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman dan unsur makronya lebih tinggi, besifat netral dengan PH rata-rata 6,8. Dengan demikian nilai tambah dari kascing, mutunya lebih baik dan penggunaannya menjadi lebih

Pembuatan pupuk kascing juga bisa dilakukan dengan sederhana maupun skala besar.

Read the rest of this entry »

Sekilas Budidaya Sayuran Organik Terpadu

lahan budidaya organik pak fauzi-dok foto roemahorganik

lahan budidaya organik pak fauzi-dok foto roemahorganik

Paradigma pertanian yang  bercorak monokultur dan padat asupan dari luar mendapat koreksi dari berbagai kalangan. Pola p

ertanian tersebut mengakibatkan ketergantungan petani pada berbagai asupan luar seperti pupuk kimia, pestisida kimia, aneka benih dan menurunnya variasi keanekaragaman hayati yang berguna bagi kehidupan.

Apabila dicermati maka pertanian model revolusi hijau mengakibatkan dampak negatif yaitu:

  • Terjadi kerusakan lahan pertania. Lahan menjadi tandus, kesuburan menurun, dan tercemar pestisida.
  • Hama menjadi resisten dan terjadi resurgensi hama.
  • Pendapatan petani yang rendah karena lahan sempit dan sarana produksi yang mahal.
  • Semakin banyaknya bahan makanan yang tidak sehat karena tercemar pestisida dan pupuk kimia.

Disamping itu muncul tren makanan instant dan cepat saji. Adanya bahan tambahan sintetis sebagai : pengawet, penyedap rasa, pewarna, pemanis,dan  pengental. Makanan lokal diabaikan,semakin tersisih dan tidak dikenal lagi oleh generasi muda. Read the rest of this entry »

Dampak Negatif Penggunaan Pupuk Kimia Pabrik yang Tidak Terkendali

Pemupukan kimia NPK

Pemupukan kimia NPK

Penggunaan pupuk kimia an-organik yang tidak terkendali menjadi salah satu penyebab penurunan kualitas kesuburan fisik dan kimia tanah. Keadaan ini semakin diperparah oleh kegiatan pertanian secara terus-menerus (intensif), sedang pengembalian ke tanah pertanian hanya berupa pupuk kimia Urea, TSP, dan KCl (unsur N, P, K saja), bahkan pada keadaan ekstrim hanya unsur N lewat pemberian pupuk Urea saja dan hanya sangat sedikit unsur-unsur organik yang dikembalikan ke dalam tanah. Read the rest of this entry »

Unsur hara mikro seng (Zn) untuk tanaman-lanjutan

Bag 6

Zn diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Zn++ dan dalam tanah alkalis mungkin diserap dalam bentuk monovalen Zn(OH)+. Di samping itu, Zn diserap dalm bentuk kompleks khelat, misalnya Zn-EDTA. Seperti unsure mikro lain, Zn dapat diserap lewat daun. Kadr Zn dalam tanah berkisar antara 16-300 ppm, sedangkan kadar Zn dalam tanaman berkisar antara 20-70 ppm. Mineral Zn yang ada dalam tanah antara lain sulfida (ZnS), spalerit [(ZnFe)S], smithzonte (ZnCO3), zinkit (ZnO), wellemit (ZnSiO3 dan ZnSiO4). Fungsi Zn antara lain Read the rest of this entry »

Fungsi Mangaan (Mn) bagi tanaman

tanaman-padi-yang-dicukupi-unsur-haranya 100_1502

tanaman padi yang tercukupi unsur haranya

Lanjutan 4

Mangaan diserap dalam bentuk ion Mn++. Seperti hara mikro lainnya, Mn dianggap dapat diserap dalam bentuk kompleks khelat dan pemupukan Mn sering disemprotkan lewat daun. Mn dalam tanaman tidak dapat bergerak atau beralih tempat dari logam yang satu ke organ lain yang membutuhkan. Mangaan terdapat dalam tanah berbentuk senyawa oksida, karbonat dan silikat dengan nama pyrolusit (MnO2), manganit (MnO(OH)), rhodochrosit (MnCO3) dan rhodoinit (MnSiO3). Mn umumnya terdapat dalam batuan primer, terutama dalam bahan ferro magnesium. Mn dilepaskan dari batuan karena proses pelapukan batuan. Hasil pelapukan batuan adalah mineral sekunder terutama pyrolusit (MnO2) dan manganit (MnO(OH)). Kadar Mn dalam tanah berkisar antara 300 smpai 2000 ppm. Bentuk Mn dapat berupa kation Mn++ atau mangan oksida, baik bervalensi dua maupun valensi empat. Read the rest of this entry »

Unsur hara Mikro zat besi untuk tanaman

lanjutan 3

selain unsur hara makro

Unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah kecil antara lain Besi(Fe), Mangaan(Mn), Seng (Zn), Tembaga (Cu), Molibden (Mo), Boron (B), Klor(Cl). Berikut tuilsan dari Setio Budi Wiharto (09417/PN) dari UGM Jogjakarta.

A. Besi (Fe)

Besi (Fe) merupakan unsure mikro yang diserap dalam bentuk ion feri (Fe3+) ataupun fero (Fe2+). Fe dapat diserap dalam bentuk khelat (ikatan logam dengan bahan organik). Mineral Fe antara lain olivin (Mg, Fe)2SiO, pirit, siderit (FeCO3), gutit (FeOOH), magnetit (Fe3O4), hematit (Fe2O3) dan ilmenit (FeTiO3) Besi dapat juga diserap dalam bentuk khelat, sehingga pupuk Fe dibuat dalam bentuk khelat. Read the rest of this entry »

Fungsi unsur hara makro bagi tanaman – lanjutan

Bag II

Fungsi Unsur Hara Makro (n-p-k)
Banyak para hobiis dan pencinta tanaman hias, bertanya tentang komposisi kandungan pupuk dan prosentase kandungan N, P dan K yang tepat untuk tanaman yang bibit, remaja atau dewasa/indukan. Berikut ini adalah fungsi-fungsi masing-masing unsur tersebut :

Nitrogen ( N )
-Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan
-Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri
-Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman Read the rest of this entry »

Beberapa unsur hara penting yang dibutuhkan tanaman

Bag 1

pemupukan padat dengan kompos

Seperti juga manusia, tanaman membutuhkan banyak nutrisi. Dari sekian banyak nutrisi untuk tanaman tersebut meliputi ; Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S), Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Mo, Tembaga (Cu), Seng (Zn) dan Klor (Cl).
Unsur hara tersebut tergolong unsur hara Essensial. Berdasarkan jumlah kebutuhannya bagi tanaman, dikelompokkan menjadi dua, yaitu: Read the rest of this entry »

Menggunakan jamur Gliocladium sp. dan Tricoderma untuk pengendalian hayati parasit tanaman

thrichoderma sp

thrichoderma sp

Penggunaan pestisida yang tidak bijaksana banyak menimbulkan dampak negatif, antara lain terhadap kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan hidup. Dalam budidaya secara organik pengendalian OPT dilaksanakan dengan mempertahankan kelestarian lingkungan, aman bagi produsen dan konsumen serta menguntungkan bagi petani. Salah satu alternatif pengendalian adalah pemanfaatan jamur antagonis patogen tumbuhan, yaitu jamur Gliocladium sp. dan atau Trichoderma harsianum. Read the rest of this entry »

Pembuatan pupuk cair dengan urine kelinci

Skema penampungan kandang kelinci dengan model tampungan urine

Skema kandang kelinci untuk menampung urin kelinci sebagai bahan POC

Pengelolaan pertanian organik  memang masih terbatas, tetapi seiring dengan meningkatnya kesadaran petani, lambat laun penggunaan pupuk organik yang ramah lingkungan akan menjadi kebutuhan petani.

Ada beberapa alternatif pengganti pupuk kimia  pupuk organik untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Salah satunya yang bagus adalah dengan bahan dasar urine atau kencing kelinci.

Berikut cara mengolah pupuk organik cair dengan menggunakan bahan baku air kencing kelinci.

 

 

 

Bahan yang diperlukan :

  1. Urin kelinci 100 liter
  2. EM4 0,5 – 1 liter, sebagai alternatif EM4 juga bisa digunakan kascing atau kotoran cacing yang dilarutkan. Logikanya bakteri yang akan dikembangbiakkan dalam pembuatan pupuk cair ini dari bakteri baik untuk tanaman yang terkandung dalam kascing.
  3. Bisa dicampuri dengan MOSA MIC yang mengandung bakteri penambat N dsb
  4. Tetes tebu 0,5 -1 liter,

Read the rest of this entry »