Get Adobe Flash player

Ganyong / Nyindro

tanaman gangyong

tanaman ganyong

Ganyong (Canna discolor L. syn. C. edulis, suku kana-kanaan atau Cannaceae) adalah sejenis tumbuhan penghasil umbi yang cukup populer namun kelestariannya semakin terancam karena tidak banyak orang yang menanam dan mengonsumsinya. Umbi ganyong mengandung pati, meskipun tidak sebanyak ubi jalar.

Ganyong atau Quennsland arrowroot merupakan tumbuhan semak berbatang basah (herbaceous) yang bersifat merumpun dan menahun. Masyarakat Indonesia mengenal ganyong dengan banyak nama daerah, diantaranya buah tasbih, ubi pikul, senitra, ganyal atau ganyol. Pada umumnya penanaman ganyong masih bersifat sambilan di lahan pekarangan baik secara tumpangsari atau ditanam di bawah pohon tahunan sebagai tanaman sela (intercropping).

Masyarakat Indonesia mengkonsumsi umbi ganyong sebagai nyamikan, misal dengan direbus (rasanya pulen kemanis-manisan). Dalam gerakan ketahanan pangan masyarakat pedesaan dan penganekaragaman (diversifikasi) pangan non beras, ganyong berpotensi besar untuk dimasyarakatkan mengingat saat ini kelestariannya semakin terancam karena tidak banyak lagi orang yang menanam dan mengkonsumsinya.

Produksi ganyong dapat mencapai 50 ton brangkasan atau 30 ton ubi per-hektar, sehingga dapat membantu menyediakan karbohidrat yang diperlukan penduduk. Ubi ganyong dapat diolah menjadi pati atau tepung. Produk pati atau tepung ganyong dapat dimanfaatkan dalam industri makanan, misal kue, makanan bayi, keripik, jenang (dodol), dan lain-lain. Dan karena ganyong tergolong rendah kalori di kelas umbi-umbian, maka ganyong sangat cocok bagi mereka yang ingin diet/ penurunan berat badan.

Cara panen dan pengolahan

Mula-mula umbi kanyong diambil dari dalam tanah dengan menggunakan cangkul atu alat lain. Setelah itu, ganyong dibersihkan dari kotoran tanah yang melekat dengan cara mencucinya. setelah dicuci langkah selanjutnya adalah mengupas kulit hanyong. baru langkah selanjutnya ialah memarutnya dengan parutan kelapa.
Hasil parutan ganyong tersebut kemudian diperas dengan menggunakan kain yang bersih, yang airnya bisa ditempatkan di baskom.Untuk diambil patinya dilakukan dengan cara mengendapkan air dari hasil perasan ganyong. Setelah air hasil perasan ganyong mengendap baru bisa dibedakan antara pati dan airnya.

Yang mengendap dibagian bawah baskom, itulah yang nama'a pati. Ya tentu namanya juga pati ganyong.
Olahan bubur dari pati ganyong tersebut. rasanya enak, dengan citarasa sedikit manis.

Tanaman ini dulu banyak sekali tumbuh liar, sekarang rasanya sudah sangat sulit untuk menemukan tanaman tersebut.

Scan the QR Code

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: