Get Adobe Flash player

Mikroorganisme Penyubur Tanah

Ada berbagai jenis mikroorganisme penyubur tanah, seperti Azotobacter sp., Nitrobacter sp, Rhizobium, Penicillium, Bacillus subtilis, Lactobacillus sp. Dan lain-lain. Mikkroorganisme tersebut berkembang dengan baik bilamana persyaratan tumbuhnya dipenuhi. Mikroorganisme tersebut berkembang bila ada makanan yang cocok, cukup oksigen dan air, tidak terkena sinar matahari langsung, suhu tidak terlalu panas serta ada sedikit zat gula.

Pada umumnya keberadaan mikroorganisme tersebut dijumpai pada tanah yang sedikit lembab, tanah subur, tanah dibawah permukaan, endapan abu vulkanik, rumen binatang ternak, tanah hitam/’night soil’, maupun tanaman mati yang sudah lapuk. Namun karena berbagai hal, terutama racun-racun kimiawi yang terserap oleh tanaman atau menempel pada tanaman maka mikroorganisme tidak dapat tumbuh dan berkembang disana. Penggunaan aneka bahan pengawet sintetis, detergent dan logam berat juga telah menjadikan tanah dan air tercemar sehingga sulit dijadikan sebagai media tumbuh mikroorganisme tersebut. Pada umumnya tanah humus di bawah tegakan hutan merupakan sumber mikroorganisme penyubur yang masih alami atau utuh.

Karena pertumbuhan mikroorganisme penyubur butuh syarat tertentu maka persyaratan tersebut perlu dipenuhi. Secara umum, untuk mengembangkan mikroorganisme tersebut dibutuhkan sumber mikroorganisme, zat gula, makanan alaminya (bahan organik tidak tercemar) yang kemudian dimasukkan dalam sebuah tempat yang steril dan tidak terkena sinar matahari langsung. Beberapa teknologi yang pernah dicobakan dan berhasil baik antara lain sebagai berikut:

Pembiakan Bakteri Penyubur  Alami

Bahan :

  1. Perasan becek (kotoran kambing, lembu yang masih ada di dalam usus dan belum berujud kotoran yang dikeluarkan) 5 liter.
  2. Terasi 1 kg
  3. Katul 3 kg
  4. Buah-buahan secukupnya

Cara Pembuatan

Kotoran kambing atau sapi dikeluarkan dari dalam usus atau (bisa memanfaatkan kalau ada orang menyembelih kambing atau sapi). Campurlah kotoran yang agak keras dan sudah lunak. Bila terlalu keras berilah sedikit air. Peraslah dengan kain kasa hingga airnya keluar dan tampunglah dalam suatu wadah. Kotoran bisa diperas berkali-kali hingga tinggal ampasnya. Ampasnya bisa digunakan sebagai bahan kompos. Air perasan kotoran tersebut adalah bahan dasar bakteri alami. Langkah selanjutnya adalah merebus 5 liter air hingga mendidih. Masukkan terasi yang sudah dihaluskan secara berlahan-lahan sambil diaduk. Kemudian masukkkan katul secara berlahan-lahan sambil diaduk agar katul tidak mengental (cara mencampur katul ini harus hati-hati agar mudah larut). Setelah semua katul masuk, biarkan hingga dingin. Simpan di jrigen tertutup hingga beraroma asam.

Cara penerapan untuk mempercepat kompos

Buah-buahan diparut dan diperas diambil airnya. Masukkan air perasan buah-buahan tadi pada campuran katul dan terasi. Masukkan juga 5 liter air perasan tadi dan aduklah hingga merata. Simpanlah di tempat yang sejuk selama 1 minggu. Setelah  seminggu sudah siap digunakan sebagai pemercepat pembuatan kompos untuk pupuk alami.

 

Pembiakan Bakteri Pengikat Nitrogen

 

Caranya :

  1. Siapkan bahan yang berupa : bekatul 3 kg, gula pasir 1 kg, Trasi 1/4 kg, Larutan Bakteri 1 lt, Air 5 lt
  2. Masukkan semua bahan tersebut kedalam jrigen
  3. Tutuplah jrigen rapat-rapat selama 2 hari
  4. Kendorkan tutup jrigen pada hari 3-7
  5. Biakan siap dipakai

 

Pemakaian :

  • Untuk membuat kompos :

-          Tumpukkan seresah (dedaunan/jerami) kering larap-larap

-          Semprotlah dengan larutan biakan bakteri dengan dosis 1 lt bakteri + 10 lt air

  • Untuk dipergunakan sebagai pupuk cair :

-    Semprotkan tanaman dengan larutan 1 lt bakteri + 20 lt air

 

Catatan:

Pengganti larutan bakteri awal bisa berupa kotoran macan + kaldu  atau larutan pupuk cair dasar  Songgobumi (isi perut sapi 1 sdm + larutan kaldu 10 sdm + tepung kacang hijau 1 sdm + air cucian beras pertama 1 liter + bekatul 1 sdm + madu 1 sdm + kotoran kelelawar 1 sdm  + air 9 lt; kemudian dimasukkan jrigen dan ditutup selama 3 hari hingga berbau tape kecing/tanda jadi)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: