Get Adobe Flash player

Pemacu Kompos dan Pupuk Cair Dari Batang Pisang Kluthuk

Batang pisang adalah tanaman yang selalu menangkap air baik dari air hujan maupun embun serta menyimpannya dalam batang tubuhnya ("debok"). Kalau batang pisang ditebang maka akan mengeluarkan air dari batangnya sehingga memenuhi kebutuhan air beberapa tanaman di sekitarnya. Pada sisi lain, seringkali kita jumpai adanya cacing dalam batang pisang. Cacing tersebut dimanfaatkan oleh nenek-moyang kita untuk mengobati aneka infeksi pada tubuh manusia serta menyembuhkan panas dalam sehingga bisa disimpulkan bahwa batang pisang bisa berfungsi sebagai pendingin. Para praktisi pengobatan alternatif ataupun tenaga prana konon memanfaatkan lembaran daun tanaman pisang kluthuk wulung untuk alas tidurnya dan penutup tubuhnya (selimut) di malam hari dibawah udara terbuka untuk “cuci darah” atau membersihkan kotoran darah sehingga bisa disimpulkan bahwa tanaman pisang kluthuk mampu menetralisir racun/kotoran dalam tubuh.
Pada bidang pertanian juga telah dibuktikan bahwa menanam pisang kluthuk wulung pada saluran masuknya air mampu mengurangi drastis kandungan racun/pestisida yang ada dalam aliran air sehingga tidak terserap oleh tanaman yang diusahakan petani. Hasilnya adalah tanaman yang sehat dan menyehatkan siapapun.. Keistimewaan lainnya adalah buah pisang kluthuk yang senantiasa berbiji sehingga diduga kuat batang pisang ini kaya akan zat perangsang tumbuh biji. Dll….dll…dll. Bagaimana bila difungsikan sebagai pupuk ? Akan bagus tentunya. Apalagi bila dipadu dengan batang kangkung yang punya kemampuan tumbuh tanpa harus nempel di tanah.

Cara membuat Pupuk Cair Batang Pisang Kluthuk

  1. Siapkan bahan-bahan yang berupa gula tebu/tetes tebu/madu (1 kg), Batang pisang kluthuk segar dengan daunnya(1 kg) serta batang kangkung (1/2  kg), serta tempayan non aluminium (sebaiknya terbuat dari keramik/tanah liat).
  2. Irislah batang pisang menjadi lembut secara hati hati sehingga tidak rusak dan banyak air yang keluar.
  3. Campurkan ¾ gula/tetes tebu/madu dengan irisan kangkung-batang pisang.
  4. Masukkanlah kedalam tempayan dan diatur agar menjadi padat, kemudian masukkan pula sisa gula/tetes/madu secara merata.
  5. Tutup rapat dan simpan ditempat yang sejuk jauh dari sinar matahari selama 2 minggu.

Penggunaan

  1. Sebagai pupuk daun, encerkan larutan tersebut dengan air perbandingan 1 : 1000 (1 sendok makan dengan 10 liter air). Kemudian semprotkan pada daun di pagi hari.
  2.  Sebagai pemacu kompos :

 

  • Taruhlah “sego liwet” di atas bahan bukan logam, biarkan sampai muncul jamur yang berwarna kekuningan
  • Taruhlah nasi liwet berjamur tadi kedalam cobek dan kucurilah dengan pupuk cair tersebut diatas hingga “nyemek-nyemek”
  • Taruhlah cobek tersebut diatas tumpukan dedaunan kering kemudian ditimbun dengan tanah hingga menjadi kompos
  •  Kompos daun fermentasi siap disebarkan diatas lahan dengan nilai nutrisi yang lebih tinggi dibanding kompos konvensional

 

Leave a Reply

Tahukah Anda?

lama bahan terurai

< |||| >
Agenda
Who's Online
  • 0 Members.
  • 2 Guests.

Kunjungan sejak 2012

Your IP: 54.82.112.193