Get Adobe Flash player

Unsur hara Mikro zat besi untuk tanaman

lanjutan 3

selain unsur hara makro

Unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah kecil antara lain Besi(Fe), Mangaan(Mn), Seng (Zn), Tembaga (Cu), Molibden (Mo), Boron (B), Klor(Cl). Berikut tuilsan dari Setio Budi Wiharto (09417/PN) dari UGM Jogjakarta.

A. Besi (Fe)

Besi (Fe) merupakan unsure mikro yang diserap dalam bentuk ion feri (Fe3+) ataupun fero (Fe2+). Fe dapat diserap dalam bentuk khelat (ikatan logam dengan bahan organik). Mineral Fe antara lain olivin (Mg, Fe)2SiO, pirit, siderit (FeCO3), gutit (FeOOH), magnetit (Fe3O4), hematit (Fe2O3) dan ilmenit (FeTiO3) Besi dapat juga diserap dalam bentuk khelat, sehingga pupuk Fe dibuat dalam bentuk khelat. Khelat Fe yang biasa digunakan adalah Fe-EDTA, Fe-DTPA dan khelat yang lain. Fe dalam tanaman sekitar 80% yang terdapat dalam kloroplas atau sitoplasma. Penyerapan Fe lewat daundianggap lebih cepat dibandingkan dengan penyerapan lewat akar, terutama pada tanaman yang mengalami defisiensi Fe. Dengan demikian pemupukan lewat daun sering diduga lebih ekonomis dan efisien. Fungsi Fe antara lain sebagai penyusun klorofil, protein, enzim, dan berperanan dalam perkembangan kloroplas. Sitokrom merupakan enzim yang mengandung Fe porfirin. Kerja katalase dan peroksidase digambarkan secara ringkas sebagai berikut:
a. Catalase : H2O + H2O  O2 + 2H2O
b. Peroksidase : AH2 + H2O  A + H2O
Fungsi lain Fe ialah sebagai pelaksana pemindahan electron dalam proses metabolisme. Proses tersebut misalnya reduksi N2, reduktase solfat, reduktase nitrat. Kekurangan Fe  menyebabakan terhambatnya pembentukan klorofil dan akhirnya juga penyusunan protein menjadi tidak sempurna Defisiensi Fe menyebabkan kenaikan kaadar asam amino pada daun dan penurunan jumlah ribosom secara drastic. Penurunan kadar pigmen dan protein dapat disebabkan oleh kekurangan Fe. Juga akan mengakibatkan pengurangan aktivitas semua enzim.

 

Leave a Reply

Tahukah Anda?

bahaya makanan instan

Jika kita membeli produk pangan timbanglah beberapa hal berikut ini:

  • Memilih bahan pangan yang berkualitas baik dan aman. Jika kita kembali pada "you are what you eat", makanan yang kita konsumsi tentu berasal dari bahan pangan yang alami dan segar. Bahan pangan organik memenuhi syarat tersebut
  • Mengutamakan bahan pangan dari hasil pertanian lokal dan tidak dilarang karena terancam punah atau dilindungi. Dengan memilih produk lokal secara langsung kita telah menghemat bahan bakar transportasi untuk mengirim produk dan mengurangi jumlah kemasan. Produk lokal yang segar tidak melalui proes pengolahan yang berlebihan. Misalnya, memilih beras 'pecah kulit' (dikenal sebagai brown rice yang masih ada kulit arinya) daripada 'beras putih' yang sudah melalui proses pemolesan. Sedangkan produk pabrikan dan instan umumnya melalui: pematangan, pelapisan dan pengayaan vitamin (fortifikasi), agar nilai nutrisinya masih utuh.
< |||| >
Agenda
Who's Online
  • 0 Members.
  • 2 Guests.

Kunjungan sejak 2012

Your IP: 54.82.112.193