Get Adobe Flash player

Variasi Cara Pengendalian Hama Khusus

 

 

JENIS HAMA

BAHAN

KETERANGAN

TIKUS

Pandanarum

Daun pandanarum  dipotong tipis-tipis, disebarkan di sekitar lubang aktif atau tempat yang sering dilalui tikus.

 

Ular   buatan /rintangan tikus

-          Pelepah batang pisang dipasang mnelungkup mengelilingi lahan ataupun dipasang 3 berjajar pada jalan tikus.

-          Daun nanas dicat hitam-putih berselang-seling sehingga seperti ular.

-          Pelepah talas yang berwarna hitam.

-          Ban sepeda bekas dipotong memanjang dan diolesi kapur, dipasang disepanjang pematang.

 

Pembakaran karet ban

²      Ban dipotong kecil-kecil ,ditaruh pada mulut lubang tikus kemudian dibakar dengan emposan tikus. Bila tikus keluar maka segera dipukul. Tikus bisa digunakan sebagai pakan ikan lele.

²      Ban motor/sepeda  dipotong memanjang, satu ujung diikat pada patok, ujung satunya dibakar, dilakukan pada malam hari.

 

Jengkol

-          Buah jengkol diiris tipis-tipis dan disebarkan di sawah berair.

-          Buah jengkol diparut, tambahkan air secukupnya, dibungkus kain dan diselipkan pada bambu yang telah dibelah  ujungnya (50) cm ditancapkan pada petak.

 

Singkong, air kelapa

Singkong direbus dengan air kelapa sampai matang, digunakan sebagai umpan dengan cara ditaruh dekat lubang aktif

 

Inthil kambing

Sebarkan secara merata pada sela-sela tanaman padi ketika dijumpai gejala serangan tikus

 

Sekam

Sebarkan secara merata sekam kering pada areal lahan tanaman padi setelah tanam

 

Pengendalian terorganisir

Keberhasilan pengendalian tikus ditentukan oleh kegiatan:

-          serentak dalam areal hamparan, terus-menerus, dilakukan sedini mungkin, terorganisir

-          mulai dengan bersama-sama melakukan pengamatan lahan hamparan, pemetaan lubang aktif, pemetaan arah jalannya tikus, ujicoba pengumpanan /pakan tikus., diteruskan dengan pengamatan berkala oleh petani pengamat, diakhiri dengan aksi bersama seperti pembersihan pematang sebelum tanam, pengumpanan ketika tanaman sudah ditanam, pengemposan lubang aktif.

-          Seyogyanya selalu ada pembahasan hasil pengamatan petani pengamat dan perumusan tindak-lanjut secara bersama melalui pertemuan rutin kelompok tani.

PENGGEREK BATANG

Penggenangan tunggul

Memotong rumpun padi saat panen lebih ke bawah/ pangkal tanaman, dilakukan penggenangan setinggi 5 cm selama 5 hari berturut-turut.

 

Pengumpulan kelompok telur

²      Ketika hama penggerek batang berada pada fase kupu-kupu dan bertelur maka perlu dilakukan pemasangan lampu oncor/petromak ketika malam hari. Biasanya pada radius s/d 3 meter akan dijumpai kelompok telur penggerek batang pada helaian daun tanaman padi dll. Ambillah dan hancurkan

²      Pada saat pembibitan biasanya terdapat kelompok telur penggerek batang ini. Kumpulkan dan pithes. Hal ini juga bisa dilakukan bersamaan saat kegiatan di sawah, yaitu  saat mencabut benih dan penyiangan.

 

Pengendalian ulat/ kpompong
  • Bila tanaman padi menunjukkan layu dan kering mulai dari helaian daun muda/tengah maka perlu segera dicabut dan dimusnahkan. Bila masih pada fase pertumbuhan anakan maka segera dilakukan pengeringan lahan sampai tanah dalam kondisi keringkering 1 hari. Kemudian masukkan air ke dalam lahan sambil bagian tulakan (pintu air masuk) diguyur urine fermentasi dengan dosis 5 liter per 1000 m2
  • Bila tanaman padi sudah memasuki fase bunga/buah maka cukup anakan yang terserang dicabut kemudian dilakukan pengeringan

WERENG COKLAT

Serbuk gergaji pinus

Bahan dikeringkan dan ditaburkan ke lahan persemaian pada pagi hari ( akan menyebabkan  kematian telur wereng coklat).

 

Minyak  kayu putih

Satu botol minyak kayu putih 30 ml ditambah 8 lt air,  larutan siap disemprotkan.

 

Daun sengon buto

Tumbuklah daun sengon buto secukupnya (1 kg), campur dengan air 5 liter kemudian disemprotkan pada tanaman utamanya dekat dengan pangkal batang

 

Daun glirisidia

Tumbuk dan remas-remaslah daun glirisidia segar, saring airnya, semprotkan pada tanaman padi yang terserang werang secara merata dengan dosis 1 bagian air perasan ditambag 5 bagian air. Cara yang lain adalah dengan menyebar daun yang sudah ditumbuk pada lahan yang kering kemudian langsung diairi ataupun menaburkan daun yang sudah diremas pada tulakan ketika air dialirkan

 

Ikan nila/mujahir

Buatlah kolam kecil pada tulakan. Peliharalah ikan nila/mujahir didalamnya. Ketika ada gejala serangan wereng tahap dini maka segera kosongkan air dalam petak sawah, kemudian alirkan air melalui tulakan/kolam ikan sehingga ikan tersebut bisa masuk dan makan larva wereng. Pola mina-padi sistem legowo akan sangat membantu dalam hal ini

 

Biakan Laba-laba

Kumpulkan dan peliharalah laba-laba penjaring dan pemburu setelah fase padi masak susu. Masukkan kembali ke lahan padi setelah tanaman padi berumur 1 minggu/ mulai ada hejala serangan wereng

WALANG SANGIT

Kapur barus 300 butir, ajir 1,5 m,  kantong plastik

Kapur barus dimasukkan ke  dalam kantong palstik yang telah dilubangi 3 – 5 buah, diikatkan pada ajir  dan ditancapkan di tengah saawah dengan jarak 5,5 m,  saat padi matang susu.

 

Bangkai siput dan biji mindi

Siput murbei tanpa cangkang dan air gerusan buah mindi ditempatkan pada wadah (misalnya ember, kaleng) digantungkan pada ajir (1,5 m) sebagai umpan, kebutuhan 1 ha lahan adalah 25 ajir. Sebagi pengganti/pelengkap ramua bisa juga ditambahkan larutan terasi/ bangkai katak/kotoran ayam segar.

 

Dlingo 1 ons, bengle 1 ons, tembakau 1 genggam

Dlingo dan bengle ditumbuk halus, direndam dalam 1 lt air selama 1 malam. Tembakau direndam dalam 1 lt air selama 1 malam. Masing-masing disaring lalu dicampur, tambahkan air, larutan dapat digunakn untuk menyemprot 0,25 ha.

 

Buah pocung (kluwak)

Bagian dalam buah pocung diremas sampai halus, direndam dalam 1 gelas air selama 24 jam, disaring, tambahkan 10 lt air, siap disemprotkan.

 

Daun sirih

-          Ditumbuk  halus, tambahkan air secukupnya, disaring, siap disemprotkan dengan dosis 3 cc/lt.

-          Daun sirih : daun jarak :  tembakau/puntung = 1 : 1 : 1, ditumbuk halus, tambahkan air secukupnya, disaring, disemprotkan dengan dosis 3 cc/lt.

 

Umbi gadung 5 kg

Gadung diparut, direndam  dalam 10 lt air selama 1 malam, disaring, disemprotkan dengan dosis 1 lt larutan/14 lt air.

 

Daun sirsak 50 lb, tembakau 0,5 ons

Daun sirsak diremas sampai hancur dalam 1 lt  air dicampur tembakau, didiamkan  24 jam, disaring, tambahkan 28 lt air, siap disemprotkan.

 

Laos

Tanaman laos ditancapkan terbalik (umbi di atas) di pinggir sawah sebagai perangkap walang sangit.

 

Air mentimun 2 lt, deterjen secukupnya

Larutan ditambah 12 lt air, siap disemprotkan.

 

Sabut kelapa, terasi

Sabut kelapa direndam dalam larutan terasi sampai baunya menyengat, gantungkan pada sore hari dengan ajir pada posisi sekitar 20 cm di atas tanaman dan jarak antar sabut 10 m. Bila dijumpai walang sangit menempel pada sabut maka walang sangit terebut dibakar dengan cara “dibrongot”

 

Daun tuba/jenu dan urine

Siapkan satu liter urine segar dalam jrigen. Masukkan 5 lembar daun tuba dan simpan dengan jrigen tertutup rapat selama 1-2 hari. Semprotkan ramuan tersebut  dengan penambahan air 5 liter pada tanaman yang sudah terserang walang sangit.

SIPUT MURBEI

Kulit Pisang

Dibuat selokan di pinggir  petak lahan dan silang di tengah, ukuran  lebar 60 cm, dalam 40 cm, sebelum tanam pada  selokan  ditaburi kulit pisang batu, diulangi pada 15 HST.

 

Itik

Masukkan itik kedalam sawah baik sebelum tanam ataupun setelah tanam ketika dijumpai adanya siput tersebut. Waspadai kemungkinan serangan siput murbei bila kita menjumpai siput murbei pada saluran air serta masyarakat sekitar tidak terbiasa “angon bebek”

KEPINDING TANAH

Pasir kering 2,5 kg, minyak tanah 2 liter

Pasir diserak di tanah, disemprot minyak tanah sampai rata, ditaburkan pada sawah terserang luas  0,25 ha, air setinggi 3 cm.

 

Kapur barus, minyak tanah

Kapur barus dihaluskan, dibungkus kain blacu, diikat tali plastik dicelupkan dlam minyak tanah 5 menit, ditaruh di sawah jarak 3 – 5 m yang sebelumnya telah digenangi air setinggi 15 – 20 cm. Hama akan naik ke permukaan kemudian dikumpulkan.

 

Cabe 0,5 kg

Cabe dikukus 20 menit, dihaluskan, tambahkan 10 lt air, disaring. Disemprokan dengan dosis 1 lt larutan/10 lt air. Penyemprotan dilakukan siang hari dan selama 5 hari tidak turun ke sawah.

ULAT GRAYAK

Kotoran Kuda

Bahan dikeringakan dan dihaluskan , ditaburkan ke lahan terserang

 

Tanaman perangkap (orok-orok)

Tanaman ditanam di tengah petakan atau  dipinggir sepanjang pematang (juga untuk hama utama  tanaman kedelai lainnya)

PENGGEREK POLONG KEDELAI

 

Karbid

Karbid dicelup dalam air, diangkat dan diletakkan dalam kaleng ditutup dengan bakul plastik, diletakkan pada barisan brangkasan.

ULAT DAUN KEDELAI

Gamping 0,5 kg

Dilarutkan dalam 10 lt air, disaring, siap disemprotkan.

 

Deterjen 0,5 kg 

Direbus dalam 30 lt air, didinginkan semalam, siap disemprotkan , untuk 0,14 ha.

ANEKA ULAT

Kalo (penyaring ikan kecil)

Gunakan kalo untuk “nggepyok” dengan posisi cekungan menghadap tanaman padi pada pagi hari sebelum matahari terbit (sebelum pk. 06.00 WIB)

 

Bekatul dan daun tuba

Remaslah bekatul dan daun tuba segar kemudian disebarkan diatas tanah dekat tanaman

BELALANG PADA JAGUNG

Daun sengon buto 5 kg

Bahan direndam  dalam 100 lt air selama 24 jam, disaring dan siap disemprotkan.

LARVA KUMBANG

Daun dan batang Diffenbagia

Tumbuk dan remaslah daun-batang diffenbagia secukupnya dengan tangan terbungkus plastik. Saringlah air perasan tersebut  dan campuri air dengan perbandingan  1 bagian larutan dengan 4 bagian air. Semprotkan pada tanaman/larva kumbang yang ditemui

 

LALAT BUAH

Susu coklat 4 sdm, gula psr 4 sdm

Tanaman Selasih

 

 

Kedua bahan dilarutkan dalam 14 lt air dan disemprotkan pada tanaman dengan interval 4 hari sekali sebagai cara pencegahan

Tanamlah tanaman selasih mengelilingi tanaman sayuran buah dengan perhitungan bahwa tanaman selasih sudah mulai berbunga ketika tanaman pokok juga mulai berbunga.


Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: